JAKARTA || TELIKSANDINEWS
– Pergerakan pasar keuangan Indonesia memasuki awal Oktober masih dibayangi sejumlah faktor global. Salah satu perhatian utama datang dari harga minyak mentah dunia yang tetap berada di atas level US$100 per barel.
Dalam laporan pasar harian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, harga minyak Brent tercatat sekitar US$101 per barel. Angka tersebut turun 1,1 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penurunan harga minyak terjadi seiring meningkatnya pasokan dari kawasan Timur Tengah yang sedikit meredakan kekhawatiran pasar. Namun, kondisi geopolitik dan keamanan jalur pelayaran masih menjadi faktor yang terus dicermati pelaku pasar.
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan yang sama ditutup di level 6.036, naik 0,46 persen.
Sementara nilai tukar rupiah tercatat berada di sekitar Rp17.875 per dolar Amerika Serikat.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar keuangan masih harus menghadapi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Harga komoditas energi, perkembangan geopolitik serta kebijakan negara-negara besar menjadi bagian dari faktor yang dapat memengaruhi sentimen investor.
Kondisi di Amerika Serikat juga ikut diperhatikan. Pertumbuhan tenaga kerja nonpertanian diperkirakan melambat pada September 2026 menjadi sekitar 55 ribu, dari 162 ribu pada bulan sebelumnya.
Meski demikian, pelemahan pasar tenaga kerja tersebut diperkirakan belum cukup untuk mengubah arah kebijakan moneter The Federal Reserve pada Oktober.
Di tengah situasi tersebut, pelaku pasar Indonesia masih akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, IHSG, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta pergerakan komoditas dunia.
Harga minyak menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian karena perubahannya dapat berdampak luas terhadap perekonomian, mulai dari biaya energi hingga sentimen pasar dan tekanan terhadap biaya produksi.
Dengan kondisi global yang masih dinamis, arah pasar pada pekan berikutnya diperkirakan tetap sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, pasokan energi serta data ekonomi negara-negara utama.
(Red).
