AI Makin Masuk Dunia Bisnis, Data Perusahaan Justru Jadi Tantangan Besar

JAKARTA || TELIKSANDINEWS
– Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia terus bergerak cepat. Banyak perusahaan mulai membawa teknologi tersebut dari sekadar tahap percobaan menuju penggunaan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Namun, semakin jauh AI diterapkan, semakin terlihat pula persoalan yang harus diselesaikan perusahaan. Salah satu tantangan terbesar ternyata bukan pada teknologi AI itu sendiri, melainkan pada kondisi data yang menjadi bahan bakarnya.

Data Streaming Report 2026 dari Confluent mencatat, sebanyak 83 persen pemimpin teknologi informasi di Indonesia menyebut silo data sebagai salah satu hambatan utama ketika perusahaan berupaya memperluas penggunaan AI.

Silo data terjadi ketika informasi perusahaan tersimpan secara terpisah di berbagai aplikasi, basis data maupun sistem pelaporan. Kondisi tersebut membuat data tidak selalu terhubung satu sama lain.

Dalam praktiknya, informasi pelanggan bisa berada di satu sistem, sedangkan data keuangan, operasional dan penjualan tersimpan di tempat berbeda. Ketika semuanya ingin dimanfaatkan AI secara bersamaan, perusahaan harus lebih dulu memastikan data tersebut dapat diakses dan diolah secara konsisten.

Laporan yang sama mencatat 82 persen pemimpin TI di Indonesia pernah menghadapi sedikitnya tiga tantangan ketika berupaya meningkatkan skala inisiatif AI. Selain persoalan data, keterbatasan keterampilan dan kesiapan infrastruktur juga menjadi hambatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan AI tidak cukup hanya dengan membeli teknologi terbaru. Perusahaan juga membutuhkan fondasi data yang rapi, terintegrasi dan dapat dipercaya.

Bagi dunia usaha, AI memang membuka peluang untuk mempercepat pekerjaan, menganalisis informasi dan membantu pengambilan keputusan. Namun, hasil yang diberikan sistem tetap sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan.

Dengan kata lain, ketika perusahaan ingin menjadikan AI sebagai bagian dari kegiatan bisnis, pembenahan data menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting dari pengembangan teknologi itu sendiri.

Perlombaan AI di Indonesia pun akhirnya bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi paling canggih, tetapi juga siapa yang mampu menata dan memanfaatkan datanya dengan baik.
(Red).