Investasi Rp2,4 Triliun Mengalir ke Jawa Timur, Peluang Kerja Jadi Sorotan

SURABAYA || TELIKSANDINEWS
Jumat (3/10/2026)– Jawa Timur kembali menunjukkan daya tariknya di mata investor. Dari gelaran East Java Investment Forum (EJIF) 2026, sebanyak 12 komitmen bisnis berhasil dihimpun dengan nilai investasi mencapai Rp2,4 triliun.

Nilai tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jawa Timur, terutama karena investasi tidak hanya berbicara mengenai masuknya modal, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas usaha dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyebut investasi memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu menekan angka kemiskinan.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim mengatakan, iklim investasi perlu terus dijaga melalui kerja sama antara pemerintah, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, keberlanjutan fiskal, stabilitas sistem keuangan serta kelancaran sistem pembayaran menjadi bagian penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi dapat berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus berupaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Sektor manufaktur dan pertanian menjadi dua bidang yang dinilai memiliki kekuatan besar untuk menarik minat investor.

EJIF 2026 yang berlangsung pada 1–2 Oktober itu menawarkan 28 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO). Jika seluruh proyek tersebut terealisasi, potensi investasi yang ditawarkan mencapai Rp73,7 triliun.

Proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah sektor strategis, mulai dari manufaktur, pariwisata, infrastruktur hingga agroindustri.

Forum investasi itu juga mempertemukan pelaku usaha, calon investor, pemilik proyek, pemerintah daerah dan lembaga keuangan. Sejumlah investor dari Inggris, Belanda, Australia, China, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura hingga Malaysia turut hadir.

Selain menawarkan proyek investasi, forum tersebut juga membuka peluang melalui tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus serta sekitar 80 aset potensial milik pemerintah daerah.

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur kini tidak hanya menawarkan peluang investasi dalam bentuk proyek, tetapi juga berupaya membangun ekosistem usaha yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai komitmen yang telah terbentuk dapat berlanjut menjadi investasi nyata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan melalui pertumbuhan usaha, peningkatan aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
(Red).