Kuliah Tamu Series Kedua Kelas Organisasi Internasional : Upaya Thresher Shark Indonesia Dalam Penguatan Ekosistem Alam dan Kemasyarakatan di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Foto : Istimewa.
NTT, TELIKSANDINEWS.COM – Menghadirkan praktisi dalam ruang – ruang kelas Organisasi Internasional merupakan sebuah upaya dalam menghapus image Kampus seperti Menara Gading yang dingin. Berangkat dari pemikiran ini maka lahirlah series Kuliah tamu dalam kelas Organsiasi Internasional program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Budaya dan Politik.
Sebagai Dosen Pengampu mata Kuliah Organisasi Internasional maka Renitha Dwi Hapsari, M.Hub.Int, Resa Rasyidah, M.Hub.Int, dan Fadhilah Permata Nira, M.A menghadirkan kuliah tamu series kedua yang bertajuk Upaya Thresher Shark Indonesia dalam Penguatan Ekosistem Alam dan Kemasyarakatan di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur.
Kuliah tamu series kedua ini menghadirkan narasumber yang merupakan seorang praktisi yaitu Rafid A. Shidqi yakni Co-foundr dan Director dari Threser Shark Indonesia. Pada series kedua ini kuliah tamu dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting pada Jumat, 02 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB-selesai.
Kegiatan ini berjalan dengan kondusif dan diselingi dengan interaksi dua arah antara mahasiswa dan narasumber. Ada beberapa poin menarik yang disampaikan oleh Rafid terkait kerja-kerja Thresher Shark Indonesia dalam upaya menjaga ekosistem alam salah satunya yaitu melalui perlindungan ekosistem Hiu Tikus di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur.
Menariknya Rafid dengan berani menggandeng pemuda lokal dalam upaya penjagaan ekosistem dan menjadi langkah awal dalam pemberdayaan masyarakat lokal baik kelompok nelayan maupun kelompok perempuan. Pembinaan ini tidak saja berhenti pada tingkat masyarakat namun juga di sektor UMKM Thresher Shark mampu untuk membangun ekosistem ekonomi yang baik dan berkelanjutan.
Di sektor pendidikan juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor untuk memasukkan pengetahuan terkait Hiu Tikus dan upaya pelestariannya dalam kurikulum pendidikan di Alor khususnya dalam mata pelajaran Muatan Lokal. Pekerjaan di dunia konservasi yang dianggap tidak punya peluang di awal perjuangan ternyata menghadirkan dampak yang sangat holistik bagi kelompok masyarakat di Alor.
Dari aksi nyata yang dibangun oleh Rafid dan teman-teman Thresher Shark Indonesia di Alor menunjukkan bahwa ternyata keberadaan Non governmental organization memberikan sumbangsih besar dalam mengupayakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Hal ini juga berjalan dengan sangat baik dengan dukungan dari Pemerintah daerah, Masyarakat Lokal, dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat. Kondisi ini menjadi pertanda bahwa masih ada harapan baik yang bisa diupayakan dalam membangun Indonesia kedepannya. Namun, harapan itu bisa tercapai dengan kerja-kerja kolektif yang berdampak nyata terutama dalam kehidupan masyarakat.
